Tuesday, April 30, 2013

Futari Nori no Jitensha (Bersepeda Berdua)


Futari Nori no Jitensha
(Bersepeda Berdua)

      Di pagi yang cerah hari senin, Rio menjadi siswa baru di suatu SMA negri . SMA negri itu adalah SMA favorit di jakarta  . Rio adalah siswa pindahan dari SMA negri di bandung karena keluarganya memutuskan untuk tinggal dijakarta kota dimana ayah Rio bekerja . Di hari senin itu Rio sudah menjadi siswa SMA negri 48 jakarta, dia pun belajar seperti biasa, tetapi dia belum mempunyai banyak teman disekolahan itu .
                “kring.....kring....kring...” Bel tanda selesai kegiatan belajar mengajar pun berbunyi . “ah akhirnya pulang juga dihari pertama belajar disekolahan baruku ini” Ungkap Rio didalam hati . Kebetulan rumah Rio dan sekolah dekat Rio pulang menggukan sepedanya, mungkin tidak sampai 15 menit dari rumah Rio kesekolahnya . Diperjalanan Rio  mendengarkan musik menggunakan earphone di ipod touchnya, Rio sangat suka sekali mendengarkan musik sampai-sampai dia tidak pernah lupa untuk membawa earphonenya kemana pun ia pergi . Sampailah Rio di rumahnya, ia pun langsung mandi dan sholat zuhur, selesai sholat dia langsung ke meja makan untuk makan siang . Dirumah Rio hanya bertiga dengan kakak perempuannya dan pembantunya, ibunya sedang pergi kerumah nenek Rio di daerah jakarta selatan, ayah Rio seperti biasa bekerja dari pagi sampai sore .
                Keesokan harinya Rio mendengar alarm handphonenya saat melihat handphonenya ternyata baru jam 5 subuh, ia pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi lalu sholat subuh . Satu jam pun berlalu dan sudah jam 6 . “Rio ...Rio... cepat sarapan nanti terlambat sekolahnya” Panggil Ibu Rio dari ruang makan “ Iya mah” Saut Rio . Selesai sarapan Rio berpamitan dengan kedua orang tuanya untuk berangkat sekolah, seperti biasa Rio pun menggunakan sepedanya sambil mendengarkan musik . Tibalah Rio disekolah , saat ia masuk kelas masih agak sepi hanya ada 6 orang di situ . ia pun menaruh tas di tempatnya duduk dan lanjut mendengarkan musik yang dari tadi pagi ia dengarkan .
                “Kring...Kring...Kring...” Bel tanda jam pelajaran pertama dimulai pun berbunyi . Masuk lah guru matapelajaran bahasa inggris yang biasa dipanggil Bu Cindy . setengah jam kemudian tiba tiba pintu di ketuk oleh seseorang diluar lalu dipersilahkan masuklah orang yang mengetuk pintu tersebut, ternyata ia adalah kepala sekolah yang kemarin mengantarkan Rio masuk kekelas ini . “Permisi bu maaf mengganggu pelajarannya, saya membawa siswi baru ia pindahan dari SMA di bandung” ujar Ibu kepala sekolah . “Oh iya bu tidak apa apa” jawab bu Cindy . “Yasudah Delli kamu perkenalkan diri, ibu sudah ditunggu sama orang tua murid” ujar bu kepala sekolah . “i..iyaa bu makasih sudah mengantar saya kesini” jawab siswi baru itu dengan gugup. Sepertinya siswi baru itu agak pemalu . “Nama aku Dellia Erdita , aku siswi pindahan dari bandung...” siswi itu memperkenalkan dirinya . “wah dia cantik banget....” ujar Rio didalam hatinya sambil menatapnya terus karena terkesima oleh kecantikannya . “silahkan duduk delli, cari saja bangku yang kosong” ujar bu Cindy ke Delli . “i..iyaa bu” jawab Delli . Dellipun mencari bangku yang kosong ternyata ada 2 yang kosong , yang satu di sebelah Rio dan yang satu lagi ada dipojok . Delli berjalan menuju bangku yang kosong disebelah Rio . “yes dia duduk disebelahku, untunglah disebelahku kosong heheh” ujar Rio didalam hati dengan gembira . Delli pun duduk dan mengerluarkan buku dan tempat pensilnya .
                Jam pelajaran sudah selesai dan waktunya istirahat . Rio pun membereskan bukunya dan yang lainnya ke laci yang ada di meja . “aduh kemana yaa...” Delli panik seperti kehilangan sesuatu . “kenapa ada yang bisa dibantu ?” tanya Rio ke Delli . “i...inii dompet aku gaada ditas, padahal tadi pas mau berangkat sekolah udah aku masukin ketas tapi kok sekarang gaada” jawab Delli panik . “coba kamu cari pelan pelan siapa tau nyelip ditas kamu, yaudah kamu kalo mau beli makanan pake uang aku dulu aja , kebetulan ada lebih nih” ujar Rio sambil menawarkan pertolongan . “ng..ngga usah aku ga laper kok, tadi pagi udah sarapan aku dikelas aja deh” jawab delli malu-malu . “oh yasudah aku ke kantin dulu ya” Rio pun pergi keluar kelas untuk pergi ke kantin . “ah aku beliin aja ya makanan buat Delli” ujar Rio dalam hati . Rio pun membeli dua makanan dan minuman lalu kembali ke kelas . saat dikelas Rio melihat Delli sedang menulis sesuatu dibukunya , dihampirilah oleh Rio tiba tiba Delli seperti kaget dan panik cepat cepat masukin bukunya kedalam tas . “ kamu kenapa ?” tanya Rio “ng...ngga apa apa kok” jawab delli sambil tersenyum malu “Oh iya aku bawain makanan nih sama minuman buat kamu, kasian kan kamu kalo laper” ujar Rio sambil memberikan makanan dan minumannya ke Delli “ aduh makasih yaa , aku ngerepotin kamu banget padahal baru ketemu dan belum saling kenal” jawab Delli agak malu “Ah gapapa kok, oh iya kenalan dulu deh namaku Rio , aku juga siswa pindahan dari bandung baru kemarin masuk sekolahnya hehe” Rio pun menyodorkan tangannya untuk salaman “oh sama dong dari bandung , kamu udah tau kan namaku siapa hehe” jawab Delli sambil salaman dengan Rio “Iya hehe,, udah tau kok tadi kan kamu nyebut nama kamu didepan” . Mereka berdua mengobrol sampai jam istirahat selesai .
                Jam pelajaran pun berlanjut, Rio baru menyadari bahwa Delli dan keluarganya tinggal di perumahan yang sama dengan ia, dan hanya beda 4 rumah dari rumahnya Rio . Tibalah saat pelajaran terakhir yaitu pelajaran bahasa jepang, kebetulan Rio suka sekali dengan pelajaran ini . “Yeayy bahasa jepang” Rio berkata . “kamu suka pelajaran bahasa jepang ya ?” tanya Delli dengan raut muka yang penasaran “iya hehe aku suka banget sama bahasa jepang, emangnya kenapa ?” jawab Rio “A..aku juga sama suka banget sama bahasa jepang, berarti kita sama yah, hehehe” Ujar Delli dengan gembira “haha iyanih kok bisa samaan yah, rumah deketan, sekolah sama, duduk sebangku, suka bahasa jepang, jangan jangan kita.....” jawab Rio tetapi terpotong oleh guru pelajaran bahasa jepang “Rio Delli... kalian sedang ngomongin apa ? perhatikan kedepan ya” tegur Sensei Rena “ng....ngga kok bu tadi saya ga ngomongin apa apa hehe” jawab Rio sambil ketakutan dimarahi sama sensei Rena . Pelajaran pun berlanjut hingga bel pulang berbunyi .
                Murid-murid didalam kelas sudah semakin sedikit karena mereka sudah meninggalkan kelasnya untuk menuju kerumah masing-masing, tapi Rio dan Delli masih duduk dibangkunya . “Kamu pulang sama siapa Del ?” tanya Rio “aku pulang dijemput sama ayah, kalo kamu ? jawab Delli “aku pulang naik sepeda nih kan deket biar sehat juga kan hehe . kamu kenapa ga naik sepeda kesekolahnya ? ujar Rio dan kembali bertanya “iya sih biar sehat hehe . ngga aku belum berani soalnya takut nyasar hehe” jawab Delli malu malu “yasudah kita pulang yuk, udah sore nih” ujar Rio “yah tapi ayah aku belum jemput nih, kemana yah, aduh aku pulangnya gimana” jawab Delli agak panik karena takut tidak bisa pulang “yah gimana dong, yaudah mending kamu bareng aku aja , kebetulan sepeda aku bisa buat berdua hehe” ajak Rio sambil menarik tangan Delli “ng...ngga usah aku sendiri aja, gaenak ngerepotin kamu” tolak Delli “ah sudah daripada kamu ga bisa pulang hehe, udah gapapa kok areng aku aja, lagian aku gaenak kalo sendirian kan biar ada temen ngobrol juga” ujar Rio “hmmm... yaudah deh yuk pulang , oh iya sebelumnya makasih yah udah mau tolongin aku, padahal kita kan baru kenal tadi pagi” jawab Delli . Mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan kelas yang sudah sepi , Rio menyuruh Delli untuk menunggunya yang ingin mengambil sepedanya, beberapa menit kemuadian “kring..kring...” bunyi bel sepeda yang dibunyikan Rio. “ maaf ya agak lama tadi aku beli pocari sweat sama pocky dulu nih buat nanti dijalan hehe” ujar Rio “oh iya gapapa kok, aduh jadi ngerepotin lagi kan hehe, makasih yah” jawab Delli sambil tersenyum “yuk naik , takut kesorean nih hehe” . Delli pun naik kebagian belakang sepeda . “yuk berangkat , pegangan yah Del takut jatuh kamunya hehe” ujar Rio sambil menengok ke bagian belakang sepeda yang mereka berdua naiki .
                Mulai dari situ mereka berdua tiap hari naik sepeda berdua bila berangkat ataupun pulang sekolah . setelah hampir 3 bulan mereka dekat , Rio dan Delli menjadi sangat akrab bahkan bisa dibilang adik dan kakak . Dipagi hari Rio selalu menghampiri rumah Delli untuk mengajaknya berangkat sekolah bareng seperti biasa . Jam pelajaran pertama sudah dimulai dan mengikuti pelajaran seperti biasa, bila istirahat Rio dan Delli selalu ke kantin bersama, saat di kantin mereka berdua selalu bercanda-canda sampai-sampai seluruh murid dikelas menganggap Rio dan Delli itu pacaran, tetapi itu tidak benar karena mereka berdua hanya bersahabat, tapi mungkin lain dengan Rio , ia memendam perasaan suka dan sayang terhadap Delli , dan begitu juga Delli  tetapi tidak saling mengetahui kalau mereka berdua menyimpan perasaan yang sama .
                Bel pulang sudah berbunyi Rio dan Delli seperti biasa pulang menaiki sepeda berdua . Rio diam-diam berbisik ”ah mungkin bagi Delli Cuma teman sekelas aja yang jalan pulangnya searah, terus selalu bercanda padahal kita saling bicara”  Tanpa menoleh kebelakang , kebagian belakang sepeda yang mereka berdua naiki “Ah mungkin bagi aku , Delli yang berarti tidak menyadari apapun , cinta tak terbalas dari belakang” Bisik Rio diam-diam tanpa terdengar oleh Delli . langit dikala senja seperti mewarnai perjalanan mereka berdua dan bayangan mereka menjadi satu . saat sampai di depan rumah Delli , Rio pun jujur bahwa ia sudah memendam rasa sejak awal bertemu , begitupun dengan Delli yang memberi sepucuk kertas yang pernah ia tulis pada saat pertama masuk sekolah sampai saat ini selalu ditulis oleh Delli perasaannya yang belum pernah tersampaikan . Disaat itu juga Delli meminta maaf hubungannya hanya sampai disini saja karena ia mendapat beasiswa ke jepang dan tinggal disana selama 3 tahun, Delli menangis karena ia tidak bisa seperti ini lagi bersama Rio . Rio pun menerima saja walaupun sebenarnya ia tidak rela harus ditinggal Delli pergi 2 hari lagi .
                Keesokan harinya Rio dan Delli bersepeda berdua untuk terakhir kalinya, mungkin kenangan ini tidak akan bisa dilupakan oleh Rio dan Delli sampai kapanpun . Rio memberikan Delli amplop pink yang berisi surat yang ditulisnya sendiri berdasarkan kenangan kenangan mereka



Don’t stop jangan hentikan
My love selama-lamanya
Tolong biarkan ku lewat seperti ini
Go to kemana mana
Heaven bila denganmu
Kuingin terus berlari Cause i’m loving you
Tanpa menoleh belakang
Kebagian belakang sepeda
Yang kita naiki berdua
Aku diam-diam berbisik
Ah ! Mungkin bagi dirimu
Hanya teman sekalas saja
Yang jalan pulangnya searah
Keberadaan yang seperti angin
Ah ! Yang selalu bercanda
Padahal kita selalu saling bicara
Mengapa hari ini
Cinta tak abadi yang berputar jauh~
Don’t say jangan katakan
Why not jawaban itu
Hingga suatu hari jadi kenangan
Be Love sampai kapanpun
One way dalam dadaku
Bersama dirimu saja i’m so satisfied
Dengan pikiran seenaknya
Tidaklah perlu imbalan
Ku kayuh sepeda dan melaju
Karena disitu ada jalan
Ah ! Mungkin bagi diriku
Di….rimu yang berarti tidak
Menyadari apapun
Cinta tak berbalas dari belakang
Ah ! Langit di kala senja
Seperti mewarnai kota
Kota terlalu sedih
bayangan kita berdua menjadi satu


                Akhirnya Delli pun pergi meninggalkan indonesia dan meninggalakan kenangan-kenangan yang pernah terjadi bersama Rio, dan Delli pun berjanji setelah ia selesai belajar di jepang ia akan kembali lagi ke Rio dan selama ia di jepang Delli tidak akan pernah melupakan Rio . Rio pun mejalani aktivitas seperti biasa namun tanpa ditemani Delli lagi , Rio selalu mengingat Delli dengan pergi ketempat biasa mereka berdua melihat pemandangan langit senja yang mewarnai kota kota ......

*Rio : Mochammad Grady

Hanya Delusi semata