Futari
Nori no Jitensha
(Bersepeda
Berdua)
Di pagi yang cerah hari senin,
Rio menjadi siswa baru di suatu SMA negri . SMA negri itu adalah SMA favorit di
jakarta . Rio adalah siswa pindahan dari
SMA negri di bandung karena keluarganya memutuskan untuk tinggal dijakarta kota
dimana ayah Rio bekerja . Di hari senin itu Rio sudah menjadi siswa SMA negri
48 jakarta, dia pun belajar seperti biasa, tetapi dia belum mempunyai banyak
teman disekolahan itu .
“kring.....kring....kring...”
Bel tanda selesai kegiatan belajar mengajar pun berbunyi . “ah akhirnya pulang
juga dihari pertama belajar disekolahan baruku ini” Ungkap Rio didalam hati .
Kebetulan rumah Rio dan sekolah dekat Rio pulang menggukan sepedanya, mungkin
tidak sampai 15 menit dari rumah Rio kesekolahnya . Diperjalanan Rio mendengarkan musik menggunakan earphone di
ipod touchnya, Rio sangat suka sekali mendengarkan musik sampai-sampai dia tidak
pernah lupa untuk membawa earphonenya kemana pun ia pergi . Sampailah Rio di
rumahnya, ia pun langsung mandi dan sholat zuhur, selesai sholat dia langsung
ke meja makan untuk makan siang . Dirumah Rio hanya bertiga dengan kakak
perempuannya dan pembantunya, ibunya sedang pergi kerumah nenek Rio di daerah
jakarta selatan, ayah Rio seperti biasa bekerja dari pagi sampai sore .
Keesokan harinya Rio mendengar
alarm handphonenya saat melihat handphonenya ternyata baru jam 5 subuh, ia pun
bergegas ke kamar mandi untuk mandi lalu sholat subuh . Satu jam pun berlalu
dan sudah jam 6 . “Rio ...Rio... cepat sarapan nanti terlambat sekolahnya”
Panggil Ibu Rio dari ruang makan “ Iya mah” Saut Rio . Selesai sarapan Rio
berpamitan dengan kedua orang tuanya untuk berangkat sekolah, seperti biasa Rio
pun menggunakan sepedanya sambil mendengarkan musik . Tibalah Rio disekolah ,
saat ia masuk kelas masih agak sepi hanya ada 6 orang di situ . ia pun menaruh
tas di tempatnya duduk dan lanjut mendengarkan musik yang dari tadi pagi ia
dengarkan .
“Kring...Kring...Kring...” Bel
tanda jam pelajaran pertama dimulai pun berbunyi . Masuk lah guru matapelajaran
bahasa inggris yang biasa dipanggil Bu Cindy . setengah jam kemudian tiba tiba
pintu di ketuk oleh seseorang diluar lalu dipersilahkan masuklah orang yang
mengetuk pintu tersebut, ternyata ia adalah kepala sekolah yang kemarin
mengantarkan Rio masuk kekelas ini . “Permisi bu maaf mengganggu pelajarannya,
saya membawa siswi baru ia pindahan dari SMA di bandung” ujar Ibu kepala
sekolah . “Oh iya bu tidak apa apa” jawab bu Cindy . “Yasudah Delli kamu
perkenalkan diri, ibu sudah ditunggu sama orang tua murid” ujar bu kepala
sekolah . “i..iyaa bu makasih sudah mengantar saya kesini” jawab siswi baru itu
dengan gugup. Sepertinya siswi baru itu agak pemalu . “Nama aku Dellia Erdita ,
aku siswi pindahan dari bandung...” siswi itu memperkenalkan dirinya . “wah dia
cantik banget....” ujar Rio didalam hatinya sambil menatapnya terus karena
terkesima oleh kecantikannya . “silahkan duduk delli, cari saja bangku yang
kosong” ujar bu Cindy ke Delli . “i..iyaa bu” jawab Delli . Dellipun mencari
bangku yang kosong ternyata ada 2 yang kosong , yang satu di sebelah Rio dan
yang satu lagi ada dipojok . Delli berjalan menuju bangku yang kosong disebelah
Rio . “yes dia duduk disebelahku, untunglah disebelahku kosong heheh” ujar Rio
didalam hati dengan gembira . Delli pun duduk dan mengerluarkan buku dan tempat
pensilnya .
Jam pelajaran sudah selesai dan
waktunya istirahat . Rio pun membereskan bukunya dan yang lainnya ke laci yang
ada di meja . “aduh kemana yaa...” Delli panik seperti kehilangan sesuatu .
“kenapa ada yang bisa dibantu ?” tanya Rio ke Delli . “i...inii dompet aku
gaada ditas, padahal tadi pas mau berangkat sekolah udah aku masukin ketas tapi
kok sekarang gaada” jawab Delli panik . “coba kamu cari pelan pelan siapa tau
nyelip ditas kamu, yaudah kamu kalo mau beli makanan pake uang aku dulu aja ,
kebetulan ada lebih nih” ujar Rio sambil menawarkan pertolongan . “ng..ngga
usah aku ga laper kok, tadi pagi udah sarapan aku dikelas aja deh” jawab delli
malu-malu . “oh yasudah aku ke kantin dulu ya” Rio pun pergi keluar kelas untuk
pergi ke kantin . “ah aku beliin aja ya makanan buat Delli” ujar Rio dalam hati
. Rio pun membeli dua makanan dan minuman lalu kembali ke kelas . saat dikelas
Rio melihat Delli sedang menulis sesuatu dibukunya , dihampirilah oleh Rio tiba
tiba Delli seperti kaget dan panik cepat cepat masukin bukunya kedalam tas . “
kamu kenapa ?” tanya Rio “ng...ngga apa apa kok” jawab delli sambil tersenyum
malu “Oh iya aku bawain makanan nih sama minuman buat kamu, kasian kan kamu
kalo laper” ujar Rio sambil memberikan makanan dan minumannya ke Delli “ aduh
makasih yaa , aku ngerepotin kamu banget padahal baru ketemu dan belum saling
kenal” jawab Delli agak malu “Ah gapapa kok, oh iya kenalan dulu deh namaku Rio
, aku juga siswa pindahan dari bandung baru kemarin masuk sekolahnya hehe” Rio
pun menyodorkan tangannya untuk salaman “oh sama dong dari bandung , kamu udah
tau kan namaku siapa hehe” jawab Delli sambil salaman dengan Rio “Iya hehe,,
udah tau kok tadi kan kamu nyebut nama kamu didepan” . Mereka berdua mengobrol
sampai jam istirahat selesai .
Jam pelajaran pun berlanjut, Rio
baru menyadari bahwa Delli dan keluarganya tinggal di perumahan yang sama
dengan ia, dan hanya beda 4 rumah dari rumahnya Rio . Tibalah saat pelajaran
terakhir yaitu pelajaran bahasa jepang, kebetulan Rio suka sekali dengan
pelajaran ini . “Yeayy bahasa jepang” Rio berkata . “kamu suka pelajaran bahasa
jepang ya ?” tanya Delli dengan raut muka yang penasaran “iya hehe aku suka
banget sama bahasa jepang, emangnya kenapa ?” jawab Rio “A..aku juga sama suka
banget sama bahasa jepang, berarti kita sama yah, hehehe” Ujar Delli dengan
gembira “haha iyanih kok bisa samaan yah, rumah deketan, sekolah sama, duduk
sebangku, suka bahasa jepang, jangan jangan kita.....” jawab Rio tetapi
terpotong oleh guru pelajaran bahasa jepang “Rio Delli... kalian sedang
ngomongin apa ? perhatikan kedepan ya” tegur Sensei Rena “ng....ngga kok bu
tadi saya ga ngomongin apa apa hehe” jawab Rio sambil ketakutan dimarahi sama
sensei Rena . Pelajaran pun berlanjut hingga bel pulang berbunyi .
Murid-murid didalam kelas sudah
semakin sedikit karena mereka sudah meninggalkan kelasnya untuk menuju kerumah
masing-masing, tapi Rio dan Delli masih duduk dibangkunya . “Kamu pulang sama
siapa Del ?” tanya Rio “aku pulang dijemput sama ayah, kalo kamu ? jawab Delli
“aku pulang naik sepeda nih kan deket biar sehat juga kan hehe . kamu kenapa ga
naik sepeda kesekolahnya ? ujar Rio dan kembali bertanya “iya sih biar sehat
hehe . ngga aku belum berani soalnya takut nyasar hehe” jawab Delli malu malu
“yasudah kita pulang yuk, udah sore nih” ujar Rio “yah tapi ayah aku belum
jemput nih, kemana yah, aduh aku pulangnya gimana” jawab Delli agak panik
karena takut tidak bisa pulang “yah gimana dong, yaudah mending kamu bareng aku
aja , kebetulan sepeda aku bisa buat berdua hehe” ajak Rio sambil menarik
tangan Delli “ng...ngga usah aku sendiri aja, gaenak ngerepotin kamu” tolak Delli
“ah sudah daripada kamu ga bisa pulang hehe, udah gapapa kok areng aku aja,
lagian aku gaenak kalo sendirian kan biar ada temen ngobrol juga” ujar Rio
“hmmm... yaudah deh yuk pulang , oh iya sebelumnya makasih yah udah mau
tolongin aku, padahal kita kan baru kenal tadi pagi” jawab Delli . Mereka
berdua pun pergi meninggalkan ruangan kelas yang sudah sepi , Rio menyuruh
Delli untuk menunggunya yang ingin mengambil sepedanya, beberapa menit
kemuadian “kring..kring...” bunyi bel sepeda yang dibunyikan Rio. “ maaf ya
agak lama tadi aku beli pocari sweat sama pocky dulu nih buat nanti dijalan
hehe” ujar Rio “oh iya gapapa kok, aduh jadi ngerepotin lagi kan hehe, makasih
yah” jawab Delli sambil tersenyum “yuk naik , takut kesorean nih hehe” . Delli
pun naik kebagian belakang sepeda . “yuk berangkat , pegangan yah Del takut
jatuh kamunya hehe” ujar Rio sambil menengok ke bagian belakang sepeda yang
mereka berdua naiki .
Mulai dari situ mereka berdua
tiap hari naik sepeda berdua bila berangkat ataupun pulang sekolah . setelah
hampir 3 bulan mereka dekat , Rio dan Delli menjadi sangat akrab bahkan bisa
dibilang adik dan kakak . Dipagi hari Rio selalu menghampiri rumah Delli untuk
mengajaknya berangkat sekolah bareng seperti biasa . Jam pelajaran pertama
sudah dimulai dan mengikuti pelajaran seperti biasa, bila istirahat Rio dan
Delli selalu ke kantin bersama, saat di kantin mereka berdua selalu
bercanda-canda sampai-sampai seluruh murid dikelas menganggap Rio dan Delli itu
pacaran, tetapi itu tidak benar karena mereka berdua hanya bersahabat, tapi
mungkin lain dengan Rio , ia memendam perasaan suka dan sayang terhadap Delli ,
dan begitu juga Delli tetapi tidak
saling mengetahui kalau mereka berdua menyimpan perasaan yang sama .
Bel pulang sudah berbunyi Rio
dan Delli seperti biasa pulang menaiki sepeda berdua . Rio diam-diam berbisik
”ah mungkin bagi Delli Cuma teman sekelas aja yang jalan pulangnya searah,
terus selalu bercanda padahal kita saling bicara” Tanpa menoleh kebelakang , kebagian belakang
sepeda yang mereka berdua naiki “Ah mungkin bagi aku , Delli yang berarti tidak
menyadari apapun , cinta tak terbalas dari belakang” Bisik Rio diam-diam tanpa
terdengar oleh Delli . langit dikala senja seperti mewarnai perjalanan mereka
berdua dan bayangan mereka menjadi satu . saat sampai di depan rumah Delli ,
Rio pun jujur bahwa ia sudah memendam rasa sejak awal bertemu , begitupun
dengan Delli yang memberi sepucuk kertas yang pernah ia tulis pada saat pertama
masuk sekolah sampai saat ini selalu ditulis oleh Delli perasaannya yang belum
pernah tersampaikan . Disaat itu juga Delli meminta maaf hubungannya hanya
sampai disini saja karena ia mendapat beasiswa ke jepang dan tinggal disana
selama 3 tahun, Delli menangis karena ia tidak bisa seperti ini lagi bersama
Rio . Rio pun menerima saja walaupun sebenarnya ia tidak rela harus ditinggal
Delli pergi 2 hari lagi .
Keesokan harinya Rio dan Delli
bersepeda berdua untuk terakhir kalinya, mungkin kenangan ini tidak akan bisa
dilupakan oleh Rio dan Delli sampai kapanpun . Rio memberikan Delli amplop pink
yang berisi surat yang ditulisnya sendiri berdasarkan kenangan kenangan mereka
Don’t stop
jangan hentikan
My love
selama-lamanya
Tolong biarkan
ku lewat seperti ini
Go to kemana
mana
Heaven bila
denganmu
Kuingin terus
berlari Cause i’m loving you
Tanpa menoleh
belakang
Kebagian
belakang sepeda
Yang kita
naiki berdua
Aku diam-diam
berbisik
Ah ! Mungkin
bagi dirimu
Hanya teman
sekalas saja
Yang jalan
pulangnya searah
Keberadaan
yang seperti angin
Ah ! Yang
selalu bercanda
Padahal kita
selalu saling bicara
Mengapa hari
ini
Cinta tak
abadi yang berputar jauh~
Don’t say
jangan katakan
Why not
jawaban itu
Hingga suatu
hari jadi kenangan
Be Love sampai
kapanpun
One way dalam
dadaku
Bersama dirimu
saja i’m so satisfied
Dengan pikiran
seenaknya
Tidaklah perlu
imbalan
Ku kayuh
sepeda dan melaju
Karena disitu
ada jalan
Ah ! Mungkin
bagi diriku
Di….rimu yang
berarti tidak
Menyadari
apapun
Cinta tak
berbalas dari belakang
Ah ! Langit di
kala senja
Seperti
mewarnai kota
Kota terlalu sedih
bayangan kita
berdua menjadi satu
Akhirnya Delli pun pergi
meninggalkan indonesia dan meninggalakan kenangan-kenangan yang pernah terjadi
bersama Rio, dan Delli pun berjanji setelah ia selesai belajar di jepang ia
akan kembali lagi ke Rio dan selama ia di jepang Delli tidak akan pernah
melupakan Rio . Rio pun mejalani aktivitas seperti biasa namun tanpa ditemani
Delli lagi , Rio selalu mengingat Delli dengan pergi ketempat biasa mereka
berdua melihat pemandangan langit senja yang mewarnai kota kota ......
*Rio : Mochammad Grady
Hanya Delusi semata